ASA ITU MASIH ADA

Home » ASA ITU MASIH ADA
photo-1434030216411-0b793f4b4173

OLEH : SUTAMI,S.Pd

Disiplin sangat erat sekali dengan tata tertib ,teratur dan kepatuhan pada peraturan,kata disiplin sering juga di hubungkan dengan hukuman,padahal hal tersebut sangat berbeda, belajar tentang disiplin positif tidak harus dengan hukuman,mungkin hal tersebut adaklah alternatif terakhir atau di tiadakan sama sekali.

Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa untuk mencapai kemerdekaan atau dalam konteks pendidikan kita saat ini, untuk menciptakan murid yang merdeka, syarat utamanya adalah harus ada disiplin yang kuat. Disiplin yang dimaksud adalah disiplin diri, yang memiliki motivasi internal. Disiplin diri juga mempelajari bagaimana cara kita mengontrol diri, dan bagaimana menguasai diri untuk memilih tindakan yang mengacu pada nilai-nilai yang kita hargai.

Hal tersebut diatas adalah materi yang penulis dapatkan selama mengikuti Program Pendidikan Guru Penggerak yang di luncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK). Program guru Penggerak di luncurkan dengan tujuan

Untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia dimasa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik ,aktif , dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid.

                SMP Negeri 12 Merauke yang terletak di Jalan poros Jagebob Kampung Sarmayam Indah  distrik Tanah Miring Merauke, menampung peserta didik dari tiga kampung yaitu Sarmayam Indah, Kampung Nggutibob dan Kampung Tambat. berjarak kurang lebih 9 km dari SMP Negeri 12 Merauke. Hai ini terkadang menghambat siswa untuk bisa hadir tepat waktu untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 12 Merauke.Sedangkan kampung Nggutibob berjarak kurang lebih tiga kilometer dari wilayah Kampung Sarmayam

                Penerapan budaya positif di sekolah kami sudah yang sudah terlaksana antara lain:

  1. Budaya 5 S ( Senyum, salam ,sapa , sopan dan santun)
  2. Upacara Bendera atau apel pagi dan siang hari sebelum KBM berakhir.
  3. Siswa memimpin doa di awal kegiatan belajar mengajar dan akhir kegiatan pembelajaran
  4. Jumat bersih ( peserta didik membersihkan kelas dan lingkungannya)
  5. Terbentuk kesepakatan kelas

Dalam penerapan budaya positf, tidak semudah membalikkan tangan dan perlu kerjasama dari semua warga sekolah. Contohnya dalam disiplin untuk hadir tepat waktu sangatlah sulit untuk peserta didik yang berasal dari Kampung Tambat.Tidak ada kendaraan yang mengangkut khusus untuk pelajar seperti yang terjadi di kota –kota besar. Untuk keluar dari kampung menuju jalan poros pun perlu menempuh jarak sekitar 4 kilometer. Dan merekapun berjalan kaki. Dari gapura pintu masuk kampung mereka menunggu kendaraan yang lewat seperti truk atau pikup, atau terkadang mereka menumpang motor yang lewat ,itupun kalau premotor tersebut bersedia untuk mengantarnya sampai di sekolah.

        Hal ini merupakan permasalahan yang perlu dipecahkan bersama. Kami pihak sekolah juga sudah berusaha untuk mencarikan jalan keluar agar siswa tersebut bisa tepat waktu dalam  mengikuti kegiatan belajar mengajar , yaitu dengan menawarkan agar peserta didik tinggal di rumah warga atau tinggal di rumah dinas guru yang kosong .Orangtua dan peserta didik pernah menyetujui untuk tinggal di rumah Dinas guru namun hal tersebut tidak berlangsung lama.Karena alasan Orangtua mereka sudah tua dan membantu orangtua mencari nafkah.

        Kasus ini kami bawa ke Kampung untuk mendapatkan solusi , Kami meminta bantuan sepeda agar masalah dating terlambat atau ketidakhadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar segera teratasi.Alhamdulillah, Pemimpin tersebut mau memberikan bantuan bukan atas nama partai ,tetapi atas nama pribadi.Akhirnya Fidelis, Yohanis ,Matius bisa datang ke sekolah tanpa menunggu kendaraan yang lewat.

        Setelah 2 mimggu kembali perserta didik yang berasal dari Tambat tersebut tidak hadir dan ternyata ban sepeda mereka telah bocor sehingga tidak bisa masuk sekolah.Hari berikutnya kami pihak sekolah memanggil peserta didik  untuk memberi arahan.Dengan langkah gontai dan tertunduk  Yohanis dan videlis menemui kami. Kami selaku guru tidak langsung memarahi mereka .Mencoba mendekati  dengan cara persuasif.Ketika ditanya mengapa alpa banyak , tidak ada jawaban hanya tertunduk , takut ,campur aduk  perasaan mereka. Akhirnya kami memberikan nasehat agar tidak  patah semangat dalam meraih mimpi dan cita- cita.Kembali saya ceritakan kepada peserta didik pengalaman pribadi yang sudah saya raih.

        Di akhir tahun 2000 berangkat dari pulau Jawa untuk menjadi tenaga honorer mengajar di salah satu SMP dam SMA swasta di Merauke. Selama 4 tahun menjalani , berjalan kaki menempuh sekolah yang dituju ,karena waktu itu taksi masih jarang.Walaupun dengan gaji yang sedikit tetap dijalani . Kalau dipikir gaji tersebut habis untuk memberikan jajan anakku yang masih balita ,yang ikut mengajar waktu itu.Setelah tiga kali pendaftaran Pegawai Negeri penulis baru diterima dan ditempatkan di SMP N 12 Merauke. Waktu itu akses jalan menuju Kampung Sarmaya masih sulit . Hanya ada bis itupun lewat pagi sekali untuk bisa ke kota Merauke. Bahkan waktu itu motor pun harus berjam – jam untuk menembus medan yang penuh lumpur. Penulis tinggal di rumah warga .jika musim penghujan kami harus memakai sepatu bot ,karena jalan seperti lumpur disawah . Batin rasa menjerit.tapi apa daya , Lampu listrik belum ada , lampu penerangan hanya menggunakan kaleng atau botol yang diisi minyak tanah dan sumbu , Sehingga ketika bangun dari tidur hidung kami penuh dengan jelaga.Hanya suara jangkrik sebagai musik penghantar tidur kami. Hal ini pasti juga dialami ribuan guru yang mengajar di Tanah Papua terutama di pinggiran atau di pedalaman.

                Waktu itu kakak saya berkunjung ke Sarmayam rencana untuk menginap namun setelah melihat air yang kami pakai untuk mandi berwarna coklat ,akhirnya memutuskan untuk kembali kekota. Ya itulah sekelumit cerita yang kami alami ,sampai kami para guru menamai diri sendiri seperti YALET 755( tentara) nya seorang guru.Harus tangguh dan kuat ,bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada. Ya.. lumpur Merauke itu lengket sehingga kami tidak bisa terlepas dan semakin mencintai Tanah Animha ini yang telah menjadikan sarana untuk kami mendapat rezki dari Tuhan Yang Maha Kuasa.Niat  kami yang semula hanya mencari rezeki semakin berubah dari waktu ke waktu untuk membuat suatu perubahan yang berarti bagi kemajuan pendidikan di tanah Animha.

                Kulihat videlis ,yohanis dan Matius manggut- manggut mendengarkan cerita tadi. Semoga mereka dapat memetik hikmah bahwa untuk mencapai suatu tujuan perlu usaha yang keras dan pantang menyerah. Jika sudah merasa di jalan yang benar berlarilah, jika sulit bagimu maka berlari kecilah ,jika kamu lelah berjalanlah,jika itu tidak mampu merangkaklah, namun jangan pernah berhenti dan berbalik arah. Anakku asa itu masih ada.

Spread the love

33 thoughts on “ASA ITU MASIH ADA

  1. Luar biasa ibu….motivasi dan inspirasi semoga dapat membangkitkan semangat kami pembaca untuk tangguh dan pantang menyerah karena di balik itu ada pelangi

  2. Berbagi pengalaman pribadi ke peserta didik adalah contoh langsung pendidikan karakter agar bisa diteladani. Inspiratif ceritanya. Semangat menulis terus bu👍👍

  3. Orang yg baik adalah orang yg paling banyak manfaatnya utk orang lain.semangat bu guru kmu pasti bisa …💪

  4. Start with love. Step by step do your best,! Allah, the messenger and all believers are seeing what you do.

  5. Guruku pelitaku, kasihmu sepanjang masa. Banyak anak-anak hebat yang kau ciptatakan. Semangat terusss ….

  6. Cerita yang luar biasa….ibu guru yang hebat selalu memiliki asa untuk mencapai suatu keberhasilan….tetap semangat dan sehat selalu

  7. Masya Allah luar biasa, Ibu ..
    Semoga sehat selalu agar bisa terus berjuang menebarkan illmu ..
    Kata-kata motivasinya sangat menggugah. Penuh inspirasi…
    Insya Allah perjuangan ibu akan berbuah indah…di dunia dan akhirat..aamiin..

  8. Terharu dengan perjuangan ibu SM dengan Sy ketika pertama d Sarmayam mari kita terus berjuang untuk anak didik kita d SMPN 12. Guru hebat👍👏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Image 2022-05-09 at 3.21.50 PM