Sumatera Barat, Tempat Lahir Ilmuwan Terkenal.

Home » Sumatera Barat, Tempat Lahir Ilmuwan Terkenal.
photo-1434030216411-0b793f4b4173

Mari kita berjalan-jalan sebentar ke sebuah provinsi di Indonesia dengan kuliner nasi padang terenak di dunia, yang diisi oleh sebuah suku yang menjadi salah satu identitas kuat dari provinsi ini, suku Minangkabau. Suku ini merupakan salah satu suku terkenal dengan cerita rakyatnya yang begitu melegenda di seluruh tanah air. Suku Minang berada di salah satu provinsi yang terletak di sepanjang pesisir pulau Sumatera. Ya, kita sedang berjalan-jalan menyusuri provinsi Sumatera Barat.

Mayoritas penduduk Sumatera Barat memang dihuni oleh suku Minang, dengan Suku Mandailing dan Suku Batak di wilayah Pasaman.

Awal munculnya penduduk suku tersebut pada abad ke-18 masa perang Paderi. Daerah Padang Gelugur, Lunang Silaut, dan Sitiung yang merupakan daerah transmigrasi terdapat juga suku Jawa. Sebagian di daerah tersebut terdapat penduduk imigran keturunan Suriname yang kembali memilih pulang ke Indonesia pada akhir 1950-an. 

Para imigran tersebut ditempatkan di daerah Sitiung. Mayoritas penduduk suku Mentawai juga berdomisili di Kepulauan Mentawai dan sangat jarang ditemui penduduk suku Minangkabau. Beberapa suku lainnya seperti etnis Tionghoa, Nias, dan Taml berada di di daerah Pariaman dan Padang walau dalam jumlah yang sedikit.

Mengacu pada historiografi dari proses perjuangan Bangsa Indonesia menuju bangsa yang merdeka, banyak tokoh-tokoh serta para ilmuan besar Indonesia yang lahir dan dibesarkan dari provinsi dengan jumlah penduduk mencapai 5,534 juta jiwa pada tahun 2020 ini.

Siapa sajakah mereka?

  1. Dr. (H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta

Tokoh nasionalis Indonesia yang juga mantan wakil presiden pertama Republik Indonesia kelahiran 12 Agustus 1902 ini merupakan salah seorang guru, akademisi, ekonom, negarawan yang berasal dari Sumatera Barat. Hatta dikenal akan komitmennya pada demokrasi. Ia juga mengeluarkan Maklumat X yang menjadi tonggak awal demokrasi Indonesia. 

Di bidang Ekonomi, pemikiran dan sumbangsihnya terhadap perkembangan koperasi membuat ia dijuluki sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Hatta wafat di Jakarta pada usia 77 tahun yakni pada 14 Maret 1980. Berdasarkan keputusan Presiden nomor 081/TK/1986 Mohammad Hatta ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

2. H. Agus Salim

Siapa yang pernah menyangkal jika Provinsi Sumatera Barat pernah memiliki seorang diplomat besar, jurnalis, pejuang, orator, dan juga penulis yang dikenal dan terkenal di forum internasional karena memiliki kemampuan penguasaan lebih dari 4 Bahasa asing di dunia. seperti bahasa Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki, hingga Jepang. Namanya adalah Haji Agus Salim. 

Beliau dilahirkan di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat pada 8 Oktober 1884 dan wafat pada 4 November 1954 di usia 70 tahun. Pada27 Desember 1961 melalui Keputusan Presiden Nomor 657 tahun 1961 Ia diangkat dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasonal Indonesia.

3. Mohammad Natsir

Mohammad Natsir merupakan seorang ulama, politikus, dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir pada 17 Juli 1908 dan wafat pada 6 Februari 1993. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi. 

Mohammad Natsir dikenal sebagai menteri dan juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia. Sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim Dunia dan Ketua Dewan Masjid se-Dunia.

4. Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H

Mohammad Yamin adalah seorang sastrawan, sejarawan, budayawan, politkus, dan ahli hukum yang tekah dihormati sebagai Pahlawan Nasional Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu perintis puisi modern Indonesia serta pelopor Sumpah Pemuda sekaligus “pencipta imaji keindonesiaan” yang memengaruhi sejarah persatuan Indonesia.

5. Prof. Dr. H. Abdul Maliik Karim Amrullah

Datuk Hamka merupakan sastrawan besar Indonesia serta dikenal sebagai ulama yang berkarir sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia sempat berkecimpung di poltk melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan. 

Hamka pernah menjabat sebaga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. 

Beberapa karya terkenal dari Datuk Hamka antara lain tafsir Al-Azhar, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, dan Di Bawah Lindungan Ka’bah. Nama beliau  begitu harum hingga disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia. (tnp)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Image 2022-05-09 at 3.21.50 PM