Sering disebut “Sulit” sebuah Tantangan untuk Guru Matematika

Home » Sering disebut “Sulit” sebuah Tantangan untuk Guru Matematika
photo-1434030216411-0b793f4b4173

Matematika, adalah pelajaran yang dan bidang studi yang selalu ada serta dipelajari hampir di semua jenjang pendidikan. Mulai dari Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA, sampai di Perguruan Tinggi.

Matematika memegang peranan yang sangat penting, tergantung dari tujuan pengajaran matematika di sekolah. Siswa membutuhkan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis mereka dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka. Contohnya misalkan dapat berhitung, dapat mengitung berat dan isi, dapat mengumpulkan, memproses, menyajikan, menafsirkan data, dan menggunakan kalkulator dan computer.

Kata Matematika berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘Mathema’ atau juga ‘Mathematikos’ yang berarti suatu hal yang dipelajari. Matematika merupakan suatu alat untuk mengembangkan cara berfikir. Matematika secara umum didefinisikan sebagai bidang ilmu yang mempelajari pola dari struktur, perubahan dan ruang.

Matematikan yang diajarkan disekolah memiliki misi yang sangat penting untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional. Secara umum, tujuan pengajaran matematika di sekolah dapat dikategorikan sebagai berikut : 1) Tujuan bersifat formal berfokus pada pengorganisasian pemikiran siswa dan pembangunan karakter. 2) Tujuan bersifat material berfokus pada kemampuan untuk memecahkan masalah dan menerapkan matematika.

Matematika Dianggap Sulit Dipahami

Matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit di Indonesia. Padahal faktanya bukan matematikanya yang susah. Ada alasan matematika dijadikan momok oleh banyak pelajar di Indonesia dari berbagai jenjang sekolah. Faktanya, matematika tidak sulit jika belum dipengaruhi oleh tiga faktor yang membentuk stigma tersebut. Matematika dianggap sulit dijelaskan oleh seorang Guru Besar Matematika UGM, Professor Widodo.

Dari penelitian Prof Widodo setidaknya terdapat tiga alasan besar mengapa hingga sekarang matematika dianggap sulit, yaitu:

  1. Faktor Buku

Prof Widodo dalam penelitiannya mengemukakan bahwa faktor buku yang banyak diterima

murid terlalu abstrak dan tidak memiliki konteks. Sebab inilah banyak dari pelajar yang tidak tertarik membaca buku matematika karena penjelasannya yang kurang nyata sehingga sulit dipahami. Belum banyak buku cetakan matematika yang diterbitkan dalam bentuk merakyat dalam artian nyaman untuk dibaca. Buku matematika jenis tersebut belum banyak namun ada.

  • Guru

Faktanya, sebesar 11.35% guru matematika di Indonesia tidak menguasai mata pelajaran

tersebut secara utuh, akibatnya jika murid bertanya terkait matematika lebih kritis guru kurang mampu menjawab.

  • Murid

Matematika sulit ternyata lahir dari pemikiran murid itu juga sendiri. Hal ini disebabkan karena banyak orang tua yang memberi pemahaman kepada anaknya bahwa matematika adalah pelajaran yang susah. Hasilnya, pemikiran tersebut menempel dan jadi pembenaran bahwa memang matematika adalah pelajaran yang rumit.

Tantangan Untuk Guru Matematika

Stigma pelajaran matematika yang dianggap sulit dipahami tentu saja berpengaruh pada peran guru yang mengajarkannya. Tidak sedikit guru yang mengajar pelajaran matematika juga dianggap ‘sulit dipahami’. Banyak juga yang menganggap guru matematika adalah guru yang galak. Padahal sebetulnya mereka hanya sedang berusaha sekuat tenaga mereka agar anak didiknya mengerti pelajarannya.

Penanaman ‘cinta matematika’ memang harus dipupuk sejak dini, jika perlu sejak masih di jenjang Sekolah Dasar. Karena seperti istilah ‘Tak Kenal Maka Tak Sayang’, itupun berlaku pada pelajaran Matematika.

Mereka yang menganggap sulit, pasti tidak mengenalnya lebih jauh. Mereka yang tak mengenalnya lebih jauh, pasti tidak diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan sejak dini.

Jadi, sangat krusial bagi para guru matematika di jenjang pendidikan Sekolah Dasar, untuk memperkenalkan pelajaran ini dengan cara yang menyenangkan. Bagaimana caranya?

  1. Tunjukkan dan Tularkan Rasa Cinta

Jika kita membicarakan sesuatu yang kita sukai dan kita cintai, otomatis itu akan terpancar dan menular pada yang mendengarkan. Sama halnya seperti mengajarkan pelajaran matematika. Guru matematika yang menjabarkan rumus-rumus dengan rasa cinta terhadap pelajaran ini, tentu saja akan terlihat oleh anak didik mereka. Pelajaran menjadi terasa menyenangkan untuk semua penghuni kelas. Dan segala sesuatu yang menyenangkan biasanya akan berjalan lebih mudah.

  • Menciptakan Inovasi-Inovasi Dalam KBM

Anak-anak adalah makhluk yang mudah bosan dan teralihkan perhatiannya. Guru harus inovatif dalam menciptakan cara mengajar yang seru dan berbeda. Perbanyak riset, gali kreativitas, dan terus belajar untuk menjadi lebih ahli dalam bidang matematika.

  • Luangkan Waktu

Walaupun matematika adalah pelajaran logika penuh, namun tidak bisa dipungkiri beberapa murid akan mengalami kesulitan dalam mengolah logikanya. Jadi sang guru bisa mulai meluangkan waktu bagi beberapa murid itu untuk pelajaran ekstra. Tak perlu datang ke rumah mereka untuk les pribadi, bisa dilakukan di ruang kelas ketika ada waktu luang. (tnp)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Image 2022-05-09 at 3.21.50 PM