Guru, Buku,dan Internet

Berbicara guru tentunya tidak akan jauh dari yang namanya buku, sosok guru adalah yang paling dekat dengan buku baik sebagai pengguna (pembaca) ataupun penulis, guru dan buku seolah menjadi satu. Antara guru dan buku semenjak dulu selalu saling mengisi. Kini, peran buku dalam bentuk fisik sudah mulai terganti dengan buku elektronik atau disebut dengan e-book. Bagi guru buku baik fisik atau elektronik tetap menjadi penting terutama dalam isinya. Guru di dunia pendidikan tidak akan lepas dari buku.
Perkembangan teknologi digital saat ini mampu mengubah peran buku secara fisik menjadi bentuk media lain. Buku sudah banyak dialihrupakan dalam bentuk video cerita, selain itu ada juga yang berubah menjadi bentuk suara. Dengan kata lain teks berubah menjadi video atau audio.
Seiring berjalannya waktu, bisnis buku saat ini nampak lesu terutama buku-buku cetak. Tak jarang banyak penerbit yang beralih menjual buku dalam bentuk e-book. Dengan demikian beragam bacaan buku dalam bentuk elektronik sangat mudah didapatkan di dunia maya (internet).
Bahkan, saat ini banyak buku klasik-kuno yang diubah menjadi buku elektronik. Melalui cara ini buku yang ada tetap bisa diakses dan dimanfaatkan meski sudah tidak dicetak lagi. Hanya saja buku yang sudah diubah dalam bentuk file baik teks ataupun berupa gambar akan mudah sekali untuk digandakan. Berbeda dengan buku dalam bentuk cetak, namun hal ini tak menutup kemungkinan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan pembajakan karya buku.
Saat ini guru sudah sangat dimanjakan oleh internet dalam hal pencarian sumber informasi. Beragam informasi sangat mudah untuk ditemui di dunia maya. Banyak orang yang dengan sukarela membagikan ilmunya di internet. Hal ini berdampak internet menjadi kaya informasi. Sayangnya informasi yang ada tidak disertai dengan keabsahan isi. Banyak informasi yang tersebar di internet yang merupakan informasi hoax dan sesat. Pada titiknya tidak sedikit yang menganggap karya buku adalah sebuah karya yang sudah jelas pertanggung jawaban dari sisi isi oleh penulis sendiri.
Karya sebuah buku tentunya melewati beragam tahapan. Sehingga isi dari buku lebih bisa dipertanggung jawabkan. Hal ini berbeda dengan konten yang tersebar di internet. Terkadang banyak informasi yang hadir tidak disertai informasi yang sebenarnya. Untuk itu, buku masih menjadi satu sumber informasi yang baik, ketimbang dengan informasi yang tersebar di media sosial.
Menjadi seorang guru harus akrab dengan buku, juga bersahabat dengan internet. Mencari informasi di internet sebagai pemantik mencari informasi sebenarnya yang bisa diperoleh di buku menjadi aktifitas wajib seorang guru.
3 bagian pengembangan pendidikan di masa ini Guru, Buku dan Internet adalah sebuah kebutuhan. Buka jendela dunia dengan membaca. Yuk membaca buku, selepas itu menulis buku sebagai upaya mengamalkan isi buku yang sudah dibaca.(yk)