Energi terbarukan harus dekat dengan siswa

Oleh : Yudhi Kurnia
Penipisan cadangan bahan bakar minyak yang ada di Bumi terus terjadi. Pemakaian bahan bakar berbasis fosil semakin masif seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan pendudukan di bumi. Kiranya saat ini penduduk bumi hampir tidak akan bisa hidup tanpa bahan bakar minyak. Industri, perumahan, dan kendaraan adalah bagian potensial yang “memakan” bahan bakar minyak di bumi. Kita mengenal potensi energi di bumi dengan dua jenis yaitu yang dapat diperbaharui dan tidak. Untuk bahan yang tidak bisa diperbaharui tentu saja seiring waktu akan habis. Akan tetapi ada energi yang dapat dimanfaatkan karena mampu diperbaharui sebagai contoh adalah cahaya matahari, air dan juga angin.
Saat ini, dunia disadarkan bahwa harus segera mengambil tindakan secara cepat guna mengatasi kondisi kekurangan bahan bakar di masa depan. Aktifitas memanfaatkan teknologi untuk energi terbarukan semakin gencar. Riset dan juga percobaan terus dilakukan baik yang skala mikro hingga makro, di dalam lingkup lokal, nasional bahkan internasional. Kita sepakat hal ini harus terus berlanjut, agar energi yang ada bisa dimanfaatkan secara baik dan lingkungan tetap terjaga.
Sekolah adalah tempat yang tepat dalam rangka membangun kesadaran untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan yang dimiliki bumi ini. Bentuk pendidikan yang tepat terkait energi terbarukan akan membentuk karakter siswa yang sayang dan menjaga buminya. Apalagi islam mengajarkan bagaimana seorang Manusia sebagai khalifah di bumi wajib menjaga bumi, karena itu adalah perintah Allah SWT, dan juga sudah dicontohkan Nabi melalui hadistnya.
Pada gambar nampak seorang siswi menjelaskan sesuatu hal kepada teman-temannya. Hal tersebut adalah tentang bagaimana proses memisahkan unsur Hidrogen pada air agar bisa menjadi bahan bakar terbarukan. Siswi ini menjelaskan bagaimana memisahkan unsur-unsur dalam air atau H2O ini menjadi Hdrogen.
Bagi saya, penjelasan yang disampaikan sangatlah jelas, siswi ini pernah melakukan percobaan di Lab UPI beberapa waktu lalu dalam project energi terbarukan. Sungguh pengalaman yang luar biasa dia rasakan, efek dari praktikum yang dilakukan ia sudah mampu menjelaskan. Inilah keuntungan pembelajaran jika dipraktikan secara langsung.
Saya meminta siswi ini untuk berdiri dan menjelaskan perihal energi terbarukan itu bukan tanpa sebab. Di kelas Prakarya kelas 9 ada satu materi terkait dengan kelistrikan, memang panduan di buku-buku tidak menjelaskan terkait dengan pemanfaatan energi terbarukan, akan tetapi di masa ini di mana krisis energi semakin terjadi, saya merasakan perlu untuk sedini mungkin mengenalkan dan memandu mereka untuk “aware” bumi mereka sendiri.
Saya sangat terharu saya mendengar pemaparan Ranaya, siswi yang berdiri di depan kelas mewakili saya menjelaskan terkait energi terbarukan. Indonesia yang allah anugrahi tepat berada di garis khatulistiwa mempunyai keuntungan besar karena sepanjang tahun mendapatkan sinaran matahari. Potensi yang jangan disia-siakan. Mari belajar untuk memanfaatkan energi terbarukan, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. (yk)
2 Comments
Pendidikan di sekolah harus membicarakan kekinian dab masa depan.
Betul, mereka belajar saat ini adalah untuk “survive” di masa yang akan datang.