GURU YANG BERPIHAK PADA MURID

http://s.id/kanalsatuguru

Oleh Kasri,S.Pd

Menjadi guru adalah cita-cita saya sejak kecil. Cita-cita anak petani  transmigran di   Kabupaten  Merauke yang ingin mengabdikan dirinya untuk turut mencerdaskan anak bangsa melalui dunia pendidikan . Berkat dukungan dari orangtua yang luar biasa alhamdulillah cita-cita tersebut akhirnya terwujud . Tahun 2000 bulan Agustus merupakan awal pertama saya resmi menjadi seorang guru di SMP Negeri 8 Merauke .

Banyak cerita dan pengalaman selama menjadi guru baik itu yang berkaitan dengan peserta didik , rekan sejawat, atau warga sekolah lainnya.

Sebagai seorang guru pastinya menginginkan agar anak-anak didiknya bisa cerdas dalam akademik , berkarakter , mempunyai adab yang baik atau kata lain berakhlakul karimah . Untuk mewujudkan keinginan tersebut berbagai cara /tindakan  dilakukan oleh seorang guru , meskipun kadang sedikit berlebihan namun hal itu semata-mata wujud rasa sayang seorang guru kepada anak didiknya.

Saya ingin menceritakan pengalaman pribadi saya sebagai seorang guru dan bentuk refleksi saya selama menjadi guru .

Sebagai seorang guru tentunya tugas pokok saya adalah mengajar di kelas dan ada tugas-tugas tambahan lainnya , biasanya untuk mendisiplinkan mereka agar  tetap belajar dirumah dan pendalaman materi  saya memberikan tugas/pekerjaan rumah  yang harus dikerjakan , dan akan diperiksa atau dibahas bersama pada pertemuan berikutnya .Nah disinilah sebagai seorang guru saya akan memberikan hadiah (reward) kepada peserta didik yang disiplin mengerjakan tugas dan memberikan hukuman ( punishment ) bagi mereka yang tidak mengerjakan, dengan tujuan agar mereka disiplin dan tidak mengulangi kesalahan yang sama . Hukuman yang biasa saya berikan kepada mereka adalah saya suruh maju dan saya tanya mengapa tidak kerja tugas/pekerjaan rumah ?, beraneka jawaban yang keluar dari mereka  . Pada akhirnya saya suruh mereka jongkok di depan kelas .Sebenarnya yang saya lakukan ini semata-mata agar mereka disiplin.

Suatu hari ketika para peserta didik saya berkunjung kerumah saya saat idul fitri , mereka bercerita tentang guru-gurunya.. pak guru ini begini  buguru ini begitu, mereka tanpa sungkan dan  malu , itulah bedanya anak dulu dan anak sekarang , tentu saya yang mendengar  tetap menyampaikan bahwa apa yang dilakukan bapak dan ibu guru  agar kalian menjadi anak yang baik , sukses di kemudian hari. Dalam hati saya berpikir mereka tidak menceritakan saya karena di depan saya , bisa jadi kalau ditempat lain akan menceritakan saya juga . Ketika anak-anak pulang saya kemudian merenung dan berpikir , apakah Tindakan saya  memberikan hukuman (punishment) itu benar atau malah membuat mereka sakit hati? dulu saat sekolah saya mau lewat didepan pak guru/ibu guru malu luar biasa , lah ini menceritakan bapak/ibu gurunya kok biasa saja ? sebagai bentuk refleksi dari tindakan yang saya lakukan sesuai dengan ilmu yang saya pelajari  dari Pendidikan Guru penggerak bahwasannya memberikan punishment kepada siswa akan memberikan trauma yang berkepanjangan kepada siswa tersebut .dan hal ini ternyata benar .Dari sini saya berfikir bahwa saya harus membuat perubahan pada diri saya , saya harus menjadi guru yang berpihak pada murid , saya akan merubah mind set berpikir saya dari memberi hukuman menjadi  konsekwensi

Syukur alhamdulillah saya di beri kesempatan mengikuti program guru penggerak, dalam Pendidikan guru penggerak saya belajar banyak hal yang pada prinsipnya apapun yang dilakukan oleh seorang guru harus berdampak dan berpihak pada murid . 

Berikut ini beberapa contoh yang saya implementasikan untuk menjadi  guru yang berpihak pada murid

  1. Membuat kesepakatan kelas . Siswa didampingi guru membuat kesepakatan kelas yang berasal dari siswa itu sendiri disini suara siswa yang menjadi  sebuah kesepakatan yang wajib di taati dan dipatuhi oleh warga kelas tersebut dengan konsekwensi bagi yang melanggar . dengan demikian siswa merasa suaranya didengar karena kesepakatan kelas tersebut yang membuat mereka sendiri .agar mereka mempunyai rasa tanggungjawab
  2. Penerapan segitiga restitusi , Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004) Ketika siswa bermasalah/ melakukan kesalahan sedapat mungkin saya selesaikan dengan mempraktikkan segitiga restitusi yaitu yang pertama menstabilkan identitas, maksudnya adalah saya sebagai seorang guru tidak boleh langsung menjustis siswa yang salah akan tetapi ditanya dulu hal terbaik apa yang bisa dilakukan oleh siswa tersebut . kedua validasi Tindakan disini saya sebagai guru dapat mengarahkan siswa untuk menemukan alasan melakukan perilaku yang kurang sesuai, ketiga menanyakan keyakinan , guru menanyakan kepada siswa apakah Tindakan yang dilakukan melanggar kesepakatan yang sudah dibuat dikelas dan sebagainya.

Nah dalam praktik segitiga restitusi ini guru juga harus dapat mengambil posisi control yang tepat apakah sebagai teman, penghukum,membuat orang merasa bersalah, pemantau atau manager? Dari posisi control yang berusaha saya lakukan adalah posisi manager

  •  Pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar individu murid dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal hal ini karena dalam pembelajaran berdiferensiasi akan diawali dengan pemetaan kebutuhan individu setiap murid ,sehingga pembelajaran yang dilaksanakan betul-betul sesuai dengan kebutuhan murid . Tentu saja ini akan berdampak pada hasil belajar murid karena murid belajar dengan senang dan tidak terpaksa, membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan menampilkan diferensiasi konten, proses , produk serta lingkungan .Dengan pembelajaran berdiferensiasi bisa tercipta merdeka belajar , guru dan siswa mempunyai kebebasan untuk membuat scenario pembelajaran mau belajar di dalam kelas atau diluar kelas dan lain sebagainya . intinya siswa merasa gembira dalam belajar .
  • Pembelajaran social emosional , pengelolaan emosi sangat diperlukan Ketika guru sedang berhadapan dengan siswa-siswinya. Guru harus dapat mengelola dirinya sendiri maupun para siswa-siswinya dengan Latihan pernafasan yang dimungkinkan dapat melatih kesadaran diri baik Ketika berelasi mapun saat pengambilan keputusan .
  • Penerapan budaya positif yang sudah ada disekolah , religious , budaya 5 S (senyum , salam, sapa, sopan dan santun ) bersih lingkungan , toleransi, gotong royong , nasionalisme .

Itulah beberapa contoh yang sudah saya mulai saya lakukan untuk menjadi guru yang berpihak pada murid .Tulisan perdana saya ini semoga  menjadi pengingat dan bahan refleksi saya untuk menjadi guru yang selalu mendengar suara murid , pilihan murid, kepemilikan murid , saya ingin menjadi pemimpin pembelajaran yang berpihak pada murid , , smoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya . terimakasih .

Spread the love

Yudhi Kurnia

redaksi@satuguru.id

Related post

33 Comments

  • Luar biasa pemikiran ibu guru 😍πŸ₯°, selalu mengutamakan pemebalajaran yang berpihak pada murid. Muridnya pasti sangat senang dalam belajar

    • Terimakasih Bu…

  • Hebat sahabat ku,bisa jadi contoh✊✊✊✊

    • Mksh Bu Erny….semangat buat ibu juga ya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

  • Semangatnya luar biasa,ibu sukses

    • Aamiin terimakasih Ade guru

  • Luar biasaπŸ‘

  • Wah hebat Buk….AAP yang dipelajari di program PGP dah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran…salam guru hebat Animha

    • Mulai Bu….smoga dimudahkan dan bisa konsisten dilakukan aamiin

  • Mantap Bu ..sangat menginspirasi. Tetap semangat πŸ’ͺπŸ™πŸ™

    • Thank you mam….

  • Luar biasa…semoga ibu guru Kasri akan selalu menjadi guru yang berpihak pada murid dan menginspirasi kami semua untuk merefleksi setiap tindakan kita terhadap murid kita. Tetap semangat…

    • Aamiin… inshaAlloh Bu…kita semua bisa menjadi guru yang berpihak pada murid πŸ™πŸ™πŸ™

  • Mantap bu tetap eksis dalam mencerdaskan anak bangsa

    • Terimakasih Bu…

    • Terimakasih Bu…sbgai refleksi saya Bu..

  • Luar biasa dan Mantap sekali Bu SDH menerapkan apa yg SDH ibu dapat di PGP

    • Betul.bu….pelan2 namun pasti …smoga hasilnya sesuai harapan .. mewujudkan profil pelajar Pancasila πŸ€²πŸ™πŸ™

  • Mantap bu…,semangatπŸ’ͺ

    • Mksh ibu guru suportnya πŸ™πŸ™πŸ™

  • saya bangga punya guru selalu berusaha untuk mendekatkan dirinya kepada murid dalam mengatasi kesulitan peserta didik dalam hal meningkatkan kualitas akademiknya dengsn berbagai pendekatan dalam pembelajaran yg selalu berpihak pada anak.semsngat ibu sukses sellu dalam tugas

    • Terimakasih bapak….semua atas dukungan dan suport bapak…terimakasih selalu memberi semangat dan penguatan kepada saya….Tuhan memberkati aamiin

  • Semoga tetap semangat melalui pengabdianya sebagai guru penggerak yang selalu belajar mengutamakan belajar berpihak pada anak

  • Implementasi nyata dari seorang guru penggerak. Sukses selalu bu guru. πŸ‘πŸ‘

    • Terimakasih bunda yang selalu memberi semangat dan selalu berbagi ilmu buat kami …πŸ™πŸ™πŸ™

  • Keren bu luar biasa sukses terus dalam mencerdaskan anak bangsa

  • Keren bu luar biasa sukses terus ke depannya

  • Luar biasa Bu. Sukses selalu.

  • Mantap bu,tetap semangat n sukses selalu bu

  • Semangat bu…bisa jadi contoh menjadi guru yang kreativ dan inovatif

  • Alhamdulillah n luar biasa Bun… Sukses slalu

  • Wah sangat luar biasa buguru tulisannya. Selain utk refleksi ibu . Bisa jdi refleksi teman guru lain . . Saya SDH menerapkan cara pertama . Saya sllu membuat kesepakatan kelas . Dan itu mmg mnjadi tanggung jawab siswa d kelas. . πŸ‘
    Semoga apa yg d tulis bsa menjadi manfaat utk org yg membaca πŸ˜‡

  • Mantap Bu,, sangat menginspirasi untuk bisa menerapkan pembelajaran yg berpihak pada murid,,semangat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *