Perubahan kecil yang berdampak besar

parentotheca.com

_Oleh : Yudhi Kurnia_

Pada fitrahnya setiap orang mempunyai keinginan untuk senang, bahagia, dan sejahtera. Ada sebuah anekdot yang popular di kalangan masyarakat kita, bahwa manusia inginnya “Di dunia kaya raya, dan di akherat masuk syurga”. Semua orang berharap demikian, akan tetapi semua itu telah ditetapkan Allah SWT sebagai pemutus perkara yang baik bagi hambanya. Sebagai seorang manusia tentunya kita diwajibkan untuk terus berusaha, biarlah Allah yang menentukan hasil akhirnya. Hal ini menjadi sebuah semangat untuk kita memberikan yang terbaik dalam setiap amalan kita.

Saat ini,  marak orang-orang yang sukses dengan cara instan dan dalam waktu begitu cepat. Tentu hal ini masih menjadi misteri, apakah benar kesuksesan yang mereka peroleh itu adalah instan? Atau ada proses di dalamnya yang tidak diketahui kebanyakan orang, sehingga banyak yang beranggapan bahwa apa yang diperoleh si orang sukses tersebut adalah cepat dan instan.

Mungkin, saat ini ada yang sedang berusaha untuk melangsingkan tubuhnya dengan melakukan beragam program, yang menurutnya bisa membuat tubuhnya menjadi ideal. Atau, ada yang berusaha keras untuk memperbesar otot-ototnya demi menjaga penampilan agar terlihat macho dan lain sebagainya. Bisa jadi, ada seorang atlit yang berusaha untuk mampu memberikan yang terbaik dan bisa berprestasi. Dengan prestasi yang menjadi impian mereka tersebut bisa menjadi kebanggaan untuk dirinya, keluarganya, bahkan lingkungan sekitar, atau malah menjadi kebanggaan untuk bangsa dan negaranya.

Kita semua meyakini bahwa semua cita-cita yang ingin digapai adalah tujuan yang akan menjadi penyemangat si empunya cita-cita untuk terus berusaha. Sebagian pejuang cita-cita tersebut berusaha dengan keras, bahkan memacu dirinya untuk bisa berubah dengan cepat dalam waktu yang singkat. Dengan demikian maka segala daya upaya terus ia lakukan demikian tercapai apa yang diimpikannya.

Banyak orang yang berfokus pada tujuan dan menjadi pemenang. Pada akhirnya, memacu dirinya untuk berusaha menggapai hal tersebut, sekalipun dengan cara yang ekstrem. Setelah tujuan yang diinginkan tercapai, terkadang semangat untuk berjuang itupun luntur, seiring dengan prestasi yang diraihnya. Terdapat pandangan yang sedikit berbeda dari seorang James Clear – penulis buku Atomic Habits. Buku popular yang pada bab-bab awal membuka mata saya terutama bagaimana memandang tujuan, dan proses dalam menjalani tujuan tersebut.

Beragam kisah disampaikan bagaimana seorang pelatih dalam sebuah tim olahraga membentuk kebiasaan atau perubahan kecil pada sebuah proses dari anggota timnya. Sehingga dengan Perubahan kecil tersebut berdampak pada hal besar yang mereka didapatkan di masa-masa mendatang, bahkan mendapatkan kemenangan yang gemilang. Bagi seorang yang memahami makna atomic habits ini adalah tentang berubah dalam melakukan proses, sehingga perubahan yang sekalipun itu kecil maka akan berdampak untuk proses jangka panjang.

Dalam kaidah  Islam, tentu kita mengenal dengan konsep beramal sedikit akan tetapi sering, itu lebih baik dibandingkan dengan amalan besar tapi dilakukan hanya dengan  satu kali. Saya tidak yakin, apakah seorang James Clear mengetahui hal ini. Akan tetapi konsep yang ditawarkan oleh dia nampak sejalan dengan semangat beramalnya para umat Islam. Istilah sedikit-demi sedikit lama-lama menjadi bukit sepertinya senada juga dengan semangat atomic habit milik James Clear ini.

Bagi seorang guru, adaptasi konsep ini perlu dilakukan terutama dalam peningkatan dalam bidang baca tulis. Menabung tulisan setiap hari jauh akan lebih efektif ketimbang menulis selama satu minggu secara penuh. Jika setiap pagi menulis satu halaman saja dengan rutin, sepertinya tidak akan berdampak langsung terutama jika akan dibuat sebuah buku ataupun artikel jurnal. Akan tetapi, jika dihitung pada masa satu bulan maka aka nada 30 halaman kertas. Bayangkan jika kebiasaan kecil menulis satu halaman tersebut dilakukan selaman 1 tahun, maka akan 300-an halaman kertas yang tentu akan bisa untuk dijadikan sebuah buku.

Pada akhirnya, seseorang yang mempunyai jiwa positif yang tinggi tentu tidak akan pernah ragu melakukan hal-hal kecil yang bisa dilakukan. Mungkin, efeknya tidak akan terasa secara langsung dalam jangka pendek, akan tetapi akan kentara pada jangka panjang, syaratnya adalah istiqomah. Mari lakukan kebaikan meski hanya sedikit, karena kita tidak menahu dalam amalan apa Allah menerima pekerjaan kita, tentunya dibarengi dengan keikhlasan diri.

Spread the love

Related post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *