Literasi Inklusif Ala Salsa: Belajar Sambil Bergerak
Sebagai guru muda lulusan Universitas Pendidikan Indonesia, Salsa Dilla Meisya menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih inklusif, humanis, dan bermakna. Setelah menuntaskan Pendidikan Profesi Guru (PPG), ia berhasil mengembangkan media literasi berbasis aktivitas fisik yang dirancang untuk membantu anak usia sekolah dasar, termasuk anak disabilitas, belajar dengan cara yang lebih aktif, menyenangkan, dan percaya diri.
Media pembelajaran ini memadukan aktivitas literasi dengan gerak fisik sederhana. Anak diajak berjalan mengikuti jejak kaki yang disusun sebagai alur cerita, mengamati gambar di setiap titik langkah, lalu mengekspresikan kembali cerita tersebut secara lisan, tulisan, maupun gambar sesuai kemampuan masing-masing. Pendekatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan motorik, keberanian berekspresi, serta interaksi sosial.
Menurut Salsa, pembelajaran literasi sering kali masih didominasi aktivitas pasif sehingga sebagian anak, khususnya anak disabilitas, belum sepenuhnya terlibat. Melalui pendekatan berbasis aktivitas fisik, literasi dapat dihadirkan secara lebih natural, ramah, dan inklusif, sekaligus membantu meningkatkan partisipasi serta rasa percaya diri siswa.
Penilaian dalam kegiatan dilakukan secara fleksibel melalui observasi dengan menekankan proses belajar, keberanian mencoba, dan keterlibatan aktif anak. Prinsip ini diterapkan agar setiap peserta didik merasa dihargai sesuai potensi dan kebutuhannya, bukan hanya berdasarkan capaian akademik semata.
Bagi Salsa, inovasi ini bukan sekadar media pembelajaran, tetapi wujud praktik pendidikan yang memanusiakan manusia. Ia meyakini setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar dalam suasana nyaman, menyenangkan, dan sesuai kebutuhannya. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada kepercayaan diri, empati, serta pengalaman belajar yang utuh.
Selain mudah dibuat dan tidak bergantung pada teknologi, media ini dapat digunakan baik di dalam maupun luar kelas. Integrasi literasi, bahasa, dan aktivitas jasmani adaptif menjadi nilai tambah yang menjadikan pembelajaran lebih holistik sekaligus inklusif.
Melalui inovasi tersebut, Salsa berharap semakin banyak pendidik terinspirasi menghadirkan pembelajaran kreatif dan ramah bagi semua peserta didik. Ia percaya, pendidikan terbaik adalah pendidikan yang memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, dihargai, dan berkembang sebagai manusia seutuhnya. (isn)