Parenting: Berdayakan Potensi Orang Tua siswa

Oleh : I Made Rasta
Beberapa survei menunjukkan bahwa mendatangkan orang tua ke sekolah sangatlah tidak mudah. Pihak sekolah memerlukan berbagai strategi untuk membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama atas pendidikan anak-anak mereka. Orang tua memberikan berbagai alasan pembenar untuk bisa absen. Hal ini menandakan orang tua siswa tidak memiliki ketertarikan untuk datang saat diundang ke sekolah, mungkin dikarenakan mereka hanya diminta datang ke sekolah untuk dua alasan penting yang “menguntungkan” pihak sekolah. Pertama sosialisasi program dalam upaya kebutuhan dana tambahan bagi sekolah, dan kedua panggilan pembinaan bersama dikarenakan anak mereka sudah di “labeling”, nakal, malas, dan sejenisnya. Sangat amat jarang pihak sekolah mengundang orang tua untuk bekerjasama dalam penyiapan suport sistem untuk pendidikan anak mereka.
Namun kondisi yang berbeda pagi ini, Rabu, 21 Agustus 2024 di SMK Negeri 1 Sawan. Orang tua siswa diundang ke sekolah dalam satu program yang di beri judul parenting. Parenting merupakan program pemberdayaan orang tua siswa untuk mengenal lebih dekat karakteristik peserta didik serta mendiskusikan hasil psikotest dari anak mereka. Orang tua diajak dan belajar bareng dalam satu kelas pendidikan orang tua untuk bersama-sama mengkawal pendidikan karakter anak mereka. Di awal kegiatan seluruh orang tua yang hadir diberi informasi umum terkait parenting, selanjutnya secara individual di dampingi oleh guru wali kelas dan guru pendamping dalam dialog terkait penjelasan hasil psikotest dan wawancara hal-hal positif yang sudah dan diharapkan dari perilaku keseharian anak mereka. Misalnya, “Apakah anak sudah biasa bangun pagi dan merapikan tempat tidur ? (Ya/Tidak)”. “Apakah anak sudah terbiasa pamitan saat meninggalkan rumah “, dan seterusnya”.
Yang unik dari program parenting di SMK Negeri 1 Sawan adalah pelibatan orang tua siswa dalam penentuan nilai semester awal untuk mata pelajaran Agama, PPKn dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Orang tua siswa diberi form kuisioner terkait lingkungan belajar anak di rumah serta perilaku positif yang sudah terbiasa dan yang diharapkan untuk dibiasakan. Selama tiga bulan ke depan, orang tua siswa bertugas mengamati perilaku positif anak di rumah, dan hasil pengamatan tersebut akan disetorkan kembali ke sekolah di saat awal kegiatan penilaian tengah semester sebagai evaluasi implementasi nilai-nilai pembelajaran Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tentunya, orang tua siswa akan hadir kembali untuk berdialog dan sharing praktik pembiasaan perilaku positif dari orang tua lainnya di saat pengumpulan form kuisioner yang akan dilakukan di tengah semester dan penilaian akhir semester.
Refleksi dari kegiatan parenting memberi data bahwa, orang tua sangat antusias datang dikarenakan mereka diberi ruang untuk ikut berbagi cerita dan memberi andil terhadap penilaian anak mereka. Hal hasil, dari 364 orang yang di undang pihak sekolah, 299 hadir tepat waktu dan 65 orang tidak hadir dengan konfirmasi untuk datang beberapa hari kemudian. Beberapa orang tua memberi saran, jika dibolehkan kami membuat berberapa program bersama paguyuban untuk membantu sekolah, sehingga kami yang mengundang pihak sekolah. Dengan demikian pihak sekolah tidak perlu risau untuk kedatangan kami. Yang lain, ada memberi saran, jika anak kami tampil dan diijinkan untuk kami saksikan pementasan mereka, maka kami pasti hadir.